Banyak
orang mengetahui tentang Druze, sesuatu yang misterius, agama yang berusia
1.000 tahun di Libanon. Juga disebut Druse dan Duroz, terdapat
sekitar 750.000-800.000 pengikutnya saat ini, utamanya di Siria, Libanon, dan
Israel. pengikut Druze menyebut diri mereka Muwahhidun (Orang-orang yang
bersatu), dan walaupun mereka percaya Muhamad berasal dari Tuhan, tidak bisa
dianggap sebagai orang Islam juga karena mereka juga adalah orang Yahudi atau
bahkan orang Kristen. Untuk memahami asal usul mereka, kita harus kembali pada
waktu ke waktu dari kalifah Mesir Fatimid.
Dinasti
Kalifah Fatimid
Setelah beberapa kalifa pertama (yang disebut Dinasti Umayyad), kaum Abbasids
yang jahat telah membuktikan dengan baik sekali bagi dunia Islam bahwa
kekuasaan itu jahat. Beberapa orang berpikir mungkin para Kalifa sudah
seharusnya pergi kepada keturunan Muhamad pada akhirnya. mereka kaum Abbasids
disukseskan oleh dinasti Fatimid, yang memimpin dari Afrika Utara dan kemudian
berpusat di Mesir. Nama mereka karena pemimpin keturunan dari Fatima, anak
perempuan dari Muhamad dan istri pertamanya Khodijah. Walaupun ‘Abd al-Rahman
mempersembahkan 100 muatan unta dengan pakaiannya dan 10.000 dinar untuk
menikahi Fatima, dan ‘Uthman mempersembahkan yang sama, Muhamad menikahkan dia
dengan seorang yang miskin, ‘Ali bin Abi/Abu Talib. Kaum Islam Syiah yang saleh mempercayai
banyak legenda tentang Fatima. Berdasarkan hal-hal ini, ketika Khodijah hamil,
kaum Qurais tidak mau menolong, maka empat perempuan dari Surga datang untuk
menolong: Sara istri Abraham, Asiah, Maria, dan Safira yang katanya istri dari
Musa. Fatima
dikatakan tidak pernah mengalami menstruasi, ia melahirkan melalui paha
kirinya, sementara Maria melahirkan Yesus melalui paha kanannya. Fatima menjadi
seorang selir di Surga. Seluruh umat Islam di Surga akan memiliki banyak selir
seperti istri yang semau mereka, kecuali hanya Ali yang hanya memiliki satu
istri yaitu Fatima. Beberapa orang melihat persamaan antara penghormatan pada
Fatima dan penghormatan kepada Perawan Maria oleh umat Katholik Roma. Fatima
disebut ”ibu dari ayahnya” oleh 12 imam Syiah, (Encyclopedia of Islam
vol.2 hal.845-846), mungkin sebagai sebuah nubuat bahwa kedua belas imam akan
dinamakan Muhammad.
Fatima akan menjadi orang pertama yang masuk ke Firdaus setelah Muhammad dalam
kebangkitan. Hadist Sunni Bukhari vol.4 no.819-820 hal.527 juga
mengatakan ini. Gabriel akan menuntun untanya kepada tahta Allah. Disana ia
akan bersujud dan meminta Allah untuk memberikan keadilan pada kesalahan atas
anak-anak laki-lakinya yang mati Hasan dan Husain. Fatima akan memasukkan
seluruh pengikutnya ke dalam Firdaus, dan seperti doa orang Katholik untuk
Maria, beberapa kaum Ismail mempersembahkan doa untuk Fatima.
Sebagai
tambahan, ada juga sebutan yang momok yaitu “Nyonya Fatima” dalam agama
Katholik, tapi itu sama sekali tidak berhubungan.
Berikut
ini adalah seluruh Kalifa dinasti Fatimid
1. Al-Mahdi kalifa
‘Obaidallah/’Ubaydullah tahun 297 A.H./909 A.D. - 322 A.H./ 3/4/933/934. Ia
mengalahkan kaum ‘Abbasid Mesir pada serangan yang kedua tahun 919-920 A.D.. Ia
menyatakan sebagai Mahdi.
2. Al-Ka’im biamr Allah (Abu’l-Kasim),
meninggal tahun 334 A.H. 5/18/945
3. Mansur (Abu Tahir Isma’il),
meninggal tahun 3/19/952.
4. Mu’izz lidin Allah (Abu Tamim
Ma’ad), tahun 952-976. Usia 22 tahun mulai memerintah
5. kalifa al-’Aziz tahun 976-996 A.D.,
mengalahkan Siria
6. Al-Hakim
bi’amr Illahi, tahun 996 - 1021 A.D.
7. al-Zahir,
kalifa dari tahun 1021-1036 A.D.
8. al-Mustansir,
tahun 1036-1094 A.D., pemerintahan yang lemah.
9. al-Musta’li,
kalifa dari tahun 1094-1101 A.D.
10. al-Amr,
tahun 1101-1130 A.D.
11. al-Hafiz,
tahun 1130-1140 A.D.
12. al-Zafr,
tahun 1149-1154 A.D.
13. al-Fa’iz,
tahun 1154-1160 A.D.
14. Al-’Adid
kalifa Fatimid terakhir tahun 1160-1171 A.D., diberhentikan oleh Saladin
tentara Abbasid.
Al-Hakim
Al-Hakim bin-Amr Allah dilahirkan tahun 985 A.D., menjadi kalifa Fatimid keenam
ketika ia berusia 11 tahun (tahun 996 A.D.). Al-Hakim terkenal buruk atas
kekejamannya yang bebas, tirani, dan hilangnya yang misterius ketika sedang
berjalan sendirian pada February, tahun 1021 A.D. Ia adalah kepala pelaksanaan
hukuman mati umat Kristen dan bangsa Yahudi, yang mana ibunya adalah seorang
Kristen dari Rusia. Banyak orang menganggapnya seorang kaum Ismail Syiah yang
gila. Di lain hal, ia dikagumi oleh yang lain.
Beberapa orang pernah mengatakan bahwa
setiap hal buruk mempunyai rasionalisasi yang baik. Menurut The Encyclopedia of Religious Knowledge
hal.277-278, dipercaya bahwa “perbuatannya, dianggap mereka mungkin muncul
sebagai kekejaman saat itu, yang mana di luar pemahaman dan simbolisasi kreatif
mereka diketahui hanya pada Hamza sebagai imam.”
Ahli matematika terkenal, Alhazen (meninggal tahun 1038) menyatakan ia dapat
menemukan sebuah mesin untuk mengatur banjir di sungai Nil. Hakim (meninggal
tahun 1021) mengundangnya ke Mesir untuk melakukannya. Ketika Alhazen tiba, dan
melihat bahwa itu tidak mungkin, ia berpura-pura menjadi gila sampai Hakim
meninggal.
Sebuah
Timeline dari Teror Hakim
Tahun
1003 Menghancurkan sebuah gereja dan membangun Rashid, sebuah mesjid, di situ
itu
Tahun
1004 Memaksa umat Kristen dan bangsa Yahudi untuk memakai ikat pinggang hitam
dan sorban
Tahun
1005 al-Hakim adalah seorang Syiah, dan ia menyatakan kutukan melawan kalifa
pertama dan para sahabat nabi, dan memaksa hal ini dituliskan di dalam mesjid.
Tahun
1007 Ia mencabut mengenai tulisan ini di dalam mesjid. Ia pertama kali melarang
dan menghubungkannya dengan hokum melawan anggur, rumah pelacuran, budak
perempuan yang bernyanyi, instrument musik, penyanyi, pemain alat musik.
Ia melarang perempuan untuk pergi keluar. Al-Hakim melarang pembuat sepatu untuk membuat sepatu bagi
para wanita. (mereka tidak perlu keluar jadi tidak perlu sepatu)
Pada
beberapa hal, al-Hakim menganjurkan pendukungnya, termasuk menyembahnya sebagai
penjelmaan Tuhan. Kepercayaan Druze dinamakan berdasarkan dari salah satu
pendukungnya ini, Ismail al-Darazi / ad-Darazi. Kemudian teologi Druze
mengatakan ada sepuluh penjelmaan Tuhan, dan al-Hakim adalah yang terakhir,
menurut The Encyclopedia of Missions vol.1 hal.341 (Funk dan Wagnalls, tahun
1891).
Ia
melarang beberapa tanaman, karena ia percaya Abu Bakr, A’isha, dan Mu’awiya
menyukainya.
Ia melarang memakan kulit ikan dan ikan tanpa sisik. Ia
melarang permainan catur (seperti yang diajarkan Islam Sahih), dan ia menyuruh
semua anjing dibunuh.
Al-Hakim
membakar seluruh tempat tinggal bangsa Yahudi di Kairo.
Ia
membakar kota al-Fustat setelah mengedarkan sebuah pernyataan yang mengatakan
ia telah dilepaskan oleh Islam karena menyatakan diri ia adalah jelmaan Tuhan.
Al-Hakim dikatakan menghibur dirinya dengan menonton kota itu dibakar.
Tahun
1007 Melarang prosesi Hari Minggu Palmerah di Yerusalem
Tahun
1008 Menyita tanah dan kekayaan dari gereja-gereja dan biara di Mesir
Tahun 1009 Memaksa umat Kristen dan bangsa Yahudi untuk
memakai salib dan lonceng. Merusak dua gereja di Kairo, satu di Damaskus, dan
merusak makam mereka. Menyiksa pegawai yang Kristen.
Tahun
1009/1010 Merusak gereja Makam Suci di Yerusalem (Prajurit Perang Salib di Masa
Datang akan mengingat itu). Ia melarang perayaan Epifani di Kairo dan merusak biara
Kristen.
Tahun
1010 Melarang umat Kristen untuk menggunakan anggur dalam perjamuan Tuhan.
Tahun
1011-1012 al-Hakim melewati sebuah took daging, mengambil sebuah pisau daging,
dan membunuh salah satu dari pembantu.
Tahun 1011-1012 Melarang adanya tanda salib.
Tahun 1012-1013 Umat Kristen tidak bisa pergi naik kuda.
Ia merusak gereja-gereja dan biara, menyisakan hanya biara di Sinai.
Tahun
1012-1013 Memaksa warga negara menyembahk kepadanya dan menyebutnya Tuhan
Tahun
1013 Beberapa umat Kristen yang dikatakan pindah agama ke Islam tetap merayakan
perjamuan Tuhan di rumah mereka. Ia mempelajari itu dan mengijinkannya. Ia
memberikan dekrit untuk membantu umat Kristen, dan membangun kembali sebuah
biara, membangun kembali gereja-gereja dan kepemilikan mereka. Ia mengijinkan
beberapa orang Kristen yang berpindah ke Islam untuk kembali ke Kristen.
Al-Hakim
juga melarang beberapa doa-doa orang Islam juga. Ia melarang perempuan menagis
di upacara kematian, seperti Muhammad telah memerintahkan untuk tidak menangis.
Tahun
1021 al-Hakim pergi berjalan-jalan ke atas bukit suatu malam di bulan February,
tahun 1021, dan menghilang tanpa jejak. Hamza mengatakan ia akan datang lagi.
(Ini mirip dengan kepercayaan dalam kemunculan kembali dari dua belas imam)
The Perennial Dictionary of World Religions hal.230
mengatakan bahwa keinginan al-Hakim untuk disembah sebagai Tuhan adalah faktor
kunci dari kelemahan Dinasti Fatimid.
Hamza,
al-Muqtana, dan Kitab Suci Druze
Sejak masa itu, pengikut Druze telah menyembah al-Hakim sebagai jelmaan Tuhan.
Pendahulu Al-Hakim, Hamza bin ‘Ali ibn Ahmad, seorang ahli kebatinan dari
Persia membantu memastikan bahwa al-Hakim disembah sebagai Seseorang yang
menciptakan dasar kosmik pertama. Dalam kepercayaan Druze menganggap Hamza
adalah ciptaan pertama dari Tuhan. Kalender Druze dimulai tahun 1016/1017 A.D.
(A.H.408), ketika Hamza secara terbuka menyatakan di mesjid di Kairo bahwa
al-Hakim adalah jelmaan Tuhan.
Kitab
suci Druze, disebut Rasahl al-Hikma
(“Surat-surat Kebijaksanaan”), yang terutama ditulis oleh al-Muqtana (ketetap
adaan kosmik). Dalam kitab ini juga terdapat surat-surat lain yang ditulis oleh
al-Hakim, Hamza, dan yang lain.
Sejak
al-Muqtana menghilang, kepercayaan Druze tidak menjadi “agama yang menarik
masuk.”
Dalam
Druze Katekismus, mempertanyakan 44 pernyataan yang
mengatakan kaum Alawit memisah dari kepercayaan Druze karena mereka tidak
menyembah al-Hakim daripada menyembah Ali.
Tujuh
Pilar Hamza tentang Kepercayaan Druze
1. (Kebenaran
dalam perkataan) Berbicara mengenai kebenaran pada pengikut Druze yang lain.
Namun, berbohong pada orang yang tidak percaya untuk mempertahankan diri anda
atau komunitas anda itu BOLEH.
2. (Perhatian/mengamati) Saling
membela (termasuk dengan paksaan) dan menolong dan membantu satu sama lain
3. Penolakan yang mutlak pada semua
agama sebelumnya, termasuk Islam non-Druze.
4. Menjauhkan
diri sepenuhnya dari orang yang tidak percaya.
5. Mengakui
al-Hakim sebagai Seorang jelmaan Tuhan. (termasuk mengakui bentuk penampakan
Tuhan yang sebelumnya juga)
6. Penyerahan diri yang sepenuhnya,
bahagia dengan apa yang Tuhan lakukan
7. Menurut dengan sepenuh hati, tunduk pada apa yang
diperintahkan Tuhan, atau wakilnya, sampai al-Hakim kembali.
Kepercayaan
Druze lainnya
Al-Hakim adalah pusat fokus dari kepercayaan Druze. Ia disebut al-wahda,
penjelmaan dari kesatuan ketuhanan. Seperti beberapa kaum Isma’ilis, pengikut
Druze percaya ada banyak (mungkin 70) penjelmaan dari Tuhan. Yesus yang sejati
adalah penjelmaan dari kosmik kecerdasan, tapi bukan Muhamad. al-Hakim adalah
penjelmaan yang terakhir dari Tuhan.
Peran Kosmik: Seperti kaum Isma’ilis, mereka percaya dalam lima dasar
kosmik (hudud). Pengikut Druze percaya ada lima manusia yang memangku
peran ini.
‘Akl (Adam yang sejati/ kosmik kecerdasan) diterima oleh
Hamza ibn Ali
Nafs al-Kulliyya (jiwa yang semesta/ kosmik itu
sendiri) diterima oleh Isma’il ibn Muhammad al-Tamimi.
Kalima (firman/ kosmik perkataan) diterima oleh Muhammad ibn
Wahb al-Qurashi
Sabiq (sayap kanan/ pendahulu/ kosmik yang dijadikan teladan)
diterima oleh Salam ibn ‘Abd al-Wahhab
Tali (sayap kiri/ pengikut/ kosmik yang tetap ada) diterima
oleh Baha’ al-Din al-Muqtana.
Sebagai
tambahan ada dais (penceramah), ma’dhuns (pengajar), mukasirs
(pembujuk), dan seluruh orang yang percaya.
Ada
juga lima dasar kosmik yang palsu, diciptakan oleh al-Hakim untuk roh-roh jahat
dari alam semesta. Al-Hakim akan membebaskan ini dalam hari-hari terakhir.
Perayaan
Agama Islam: Merayakan kebanyakan perayaan Agama
Islam, tapi mereka tidak mematuhi kelanjutan dari bulan Ramadhan untuk
melakukan ziarah Haji ke Mekah.
Hal-hal
dunia adalah sebuah “cermin” atau berasal
dari Roh Kecerdasan.
Semua
agama di masa lalu tidaklah salah, mereka
hanya “jenis” agama yangs ejati dan seharusnya ditafsirkan dengan perumpamaan. Baik Alkitab
dan Qur’an diilhami oleh Tuhan, tapi mereka tidak mengikutinya sama sekali.
Pernikahan: Mereka juga percaya bahwa para suami dan istri harus
setara dalam pernikahan.
Khidr/Khider
(Yang Hijau). Seperti kaum Sufi mereka menekankan
pada al-Khidr. Mereka memiliki
sebuah tempat suci yang disangkanya benar terhadap Khidr. Al-Khidr disebutkan
dalam Bukhari vol.1 no.124 hal.90-93 seperti seseorang yang Musa kunjungi
yang mengetahui hal-hal tentang Tuhan yang Musa tidak tahu. Seorang pengikut
Druze berkata pada saya mereka percaya ia adalah Yohanes Pembaptis (Nafs
al-Kulliyya, Jiwa yang semesta).
Yesus
dan Roh Kudus adalah hal yang sama, menurut
http://ismaili.net/~heritage/mirrors/7_other_drouz/drouz.html. Dikatakan juga pengikut Druze menyatakan dirinya keturunan
dari suku bangsa Israel yang hilang. Juga dikatakan kepercayaan Druze
menganggap Socrates, Plato, dan Aristoteles sebagai nabi.
Reinkarnasi:
Mereka percaya manusia bereinkarnasi
sampai mereka mencapai kesempurnaan dan naik ke bintang. Ini memiliki kesamaan
dengan pengajaran kaum ‘Alawite. Tidak seperti kepercayaan Hindu, kepercayaan
Druze percaya manusia yang laki-laki hanya bereinkarnasi seperti laki-laki,
begitu pula dengan yang perempuan.
Cina, mereka percaya ada komunitas rahasia Druze di sana.
Akhir zaman: Ketika penyiksaan pada aliran Druze mencapai puncaknya,
al-Hakim akan kembali bersama dengan Hamza dan al-Muqtana, yang menghilang pada
tahun 1033 A.D. al-Hakim akan mengalahkan dunia, dan komunitas rahasia Druze
yang ada di Cina katanya akan bergabung dengan mereka yang ada di Siria. Mereka akan menundukkan Mekah, lalu Yerusalem, dan seluruh
dunia akan menerima kepercayaan Druze.
Pelaksanaan: Mereka percaya baik laki-laki dan perempuan harus
berpartisipasi dalam sembahyang tiap hari. (Hadist Islam Suni mengatakan perempuan
tidak boleh sembahyang ketika mereka sedang datang bulan). Pengikut Druze harus
menjauhkan diri dari obat perangsang, tembakau, dan anggur. Mereka percaya mencuri dan mendendam adalah salah.
Penipuan: Seperti aliran Ghulat dalam dunia Islam, mereka percaya
pengikut Druze boleh berbohong untuk menlindungi diri atau keamanan. Sebagai
tambahan, mereka diijinkan untuk menyesuaikan diri dengan agama yang berlaku,
dan melakukan ibadah mereka secara rahasia. Oleh karena itu, kepercayaan Druze
di negri lain mungkin menyebut diri mereka seorang Kristen Siria atau seorang
Islam Suni.
Ibadah
Agama diadakan pada Kamis sore, awal dari
hari mereka beristirahat (The Perennial Dictionary of World Religions
hal.230, Encyclopaedia Britannica hal.684).
Calon
anggota/ dan bukan calon anggota: Sejak
abad ke-15, kepercayaan Druze seperti aliran ‘Alawites, kepercayaan Druze
memiliki sebuah kelompok inti untuk menginisiasikan (‘Uqqal/’Aql yang
berarti intel) dan sebagian besar dari orang percaya (Juhhal/Jahil yang
berarti yang diabaikan). Golongan Jahil memberikan kebutuhan materi
untuk golongan penginisiasi. The Encyclopaedia Britannica
memprediksi bahwa sekitar 15% adalah golongan intel.
Intel
laki-laki biasanya menggunakan jubah
hitam di bawah ikatan pinggang putih. Untuk topinya mereka mempunyai fez merah
dengan gulungan putih yang mengitarinya.
Perempuan harus menggunakan jilbab, biasanya hitam dengan sandal
merah. Pada kenyataannya, banyak perempuan Druze tidak menggunakan jilbab
bahkan dalam keadaan dimana ada perempuan yang bukan Druze. Poligami tidak
diijinkan, dan perempuan sama dengan laki-laki dapat mengajukan perceraian.
Mereka ikut bersama dengan kaum laki-laki dalam upacara keagamaan, walaupun
dipisahkan dengan kain hitam semi transparan. Perempuan dulunya tidak memakai
bahan dari sutra, brukat, emas, atau perak, tapi sekarang mereka melakukannya.
Hukum: Secara umum kepercayaan Druze seringkali mengikuti sistem
hukum kaum Islam Hanafi. Kaum Hanafi adalah sekolah Islam Suni yang paling terkenal.
Informasi
yang Salah: Karena orang hanya sedikit
mengetahui tentang kepercayaan Druze, sejumlah kesalahan tentang mereka telah
dikatakan.
Dikatakan mereka adala keturunan dari seorang prajurit
perang salib bernama Count dari Dreux.
Mereka dikatakan menyembah sebuah gambar anak sapi. The Encyclopaedia
Britannica (1972) volume 7 hal.711 mengatakan, “mungkin sebuah gambar anak
sapi yang hubungannya jauh dan perannya tidak jelas.” Namun, ditambahkan bahwa
beberapa pengikut Druze yang dengan lantang menyangkal ini.
Kepercayaan
Druze dikatakan memiliki kesan yang tidak bermoral, mirip dengan beberapa
sekter Hindu, tapi itu juga salah.
Sejarah
Druze Berikutnya
Tahun
1300 A.D. Maliku ‘l-Ashraf, Sultan Mameluke dari Mesir, mengalahkan keparcayaan
Druze dan memaksa mereka untuk terlihat menyesuaikan diri dengan Islam Suni.
Tahun
1516 A.D. keluarga Maan dari kepercayaan Druze mendukung Selim Turki yang Kuat
dalam peperangannya melawan kaum Mameluke.
Pada
puncak mereka dibawah pemerintahan Fakru’d-din Maan II, mereka mengontrol
Antiokia, Palmyra, Beirut, Sidon, Latakia, dan Tripoli yang dibawah Turki. Ia
dua kali tidak berhasil melawan dari Turki.
Mereka
memiliki banyak perang sipil; tahun 1711 Shehab Druze mengalahkan bangsa Turki
dan aliran Druze lainnya di Ain Dara.
Ada beberapa perang sipil di Libanon. Aliran
Druze dan umat Islam bergabung membantai 2.500 bangsa Maron di Damaskus tanggal
7/9/1860. Bangsa Perancis menduduki Libanon
setelah itu. Aliran Druze berperang melawan bangsa Mesir tahun 1930, dengan
bangsa Turki tahun 1852, dan dikalahkan oleh bangsa Turki tahun 1896. Turshun
Druze mencoba memberontak dari Turki tahun 1906. Selama Perang Dunia I mereka
membantu Lawrence dan bangsa Inggris melawan Turki. Setelah Perancis tidak mendengarkan
akan kebutuhan mereka lagi, pengikut Druze memberontak dari Perancis
tanggal7/25/1925, akhirnya dikalahkan telak tahun 1927.
Kesamaan,
Namun Ada sangat besar Perbedaan
Aliran
Druze menarik karena mereka menghormati Muhammad sebagai seorang nabi, dan
percaya Qur’an dikirim oleh Tuhan, namun kepercayaan mereka berbeda dari apa
yang diajarkan dalam Qur’an. Mereka percaya kepercayaan mereka menggantikan
“kebenaran” yang Tuhan berikan dalam Qur’an.
Seperti
umat Islam pengikut Druze menghormati Yesus sebagai nabi, dan percaya Alkitab
diberikan oleh Tuhan, namun kepercayaan mereka dan agama Islam sangat berbeda
dari apa yang diajarkan dalam Alkitab. Dalam beberapa penghargaan aliran Druze
dekat dengan Alktab daripada dengan umat Islam; mereka percaya bahwa Yesus
adalah jelmaan dari Tuhan. Namun, dalam penghargaan lain umat Islam lebih
dekat, seperti tidak menyembah al-Hakim, tidak ada penjelmaan Tuhan, dan tidak
ada reinkarnasi. Baik kepercayaan Druze dan umat Islam percaya pendiri mereka
dan kitab suci mereka menggantikan kebenaran dari Alkitab. Nyatanya fakta
bahwa “kebenaran” mereka bertentangan dengan pesan dasar dari Perjanjian Baru
yang tidak menyinggung mereka.
Apakah
Kebenaran Penting?
Aliran Druze hebat dalam memegang tradisi mereka selama hampir seribu tahun,
dan dalam masa perang dan penyiksaan. Roh dibelakang al-Hakim pastinya bangga.
Jika anda berpikir mengenai kesetiaan sebagai sebuah nilai, maka pengikut
Druze, kaum ‘Alawites di dalam dunia Islam, kaum Thuggees dan Khonds dalam
dunia Hindu, dan orang yang binasa dalam Bait Jim Jones dalam dunia Kristen,
adalah orang yang paling berbudi tinggi.
Tidak, kesetiaan yang salah letak bukanlah sebuah nilai yang berbudi. Kesetiaan
yang salah letak pada kenyataannya adalah ketidaksetiaan dan penghianatan
dimana kesetiaan anda seharusnya berdusta.
Ayat
Alkitab Yang Berhubungan dengan Kepercayaan Druze
“Aku
TUHAN tidak berubah.” (Maleakhi 3:6a)
“Yesus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan
sampai selama-lamanya.” Ibrani 13:8
“Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran
kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti
Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Sebab kamu sabar saja,
jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami
beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu
terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.” (2 Korintus
11:3-4)
“Aku heran, bahwa kamu begitu lekas
berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu,
dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang
yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada
kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu,
terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan
sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang
berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia. ” (Galatia 1:6-9)
Source : www.muslimhope.com/indonesian/Druze_Indonesian.htm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar